Pages

Kamis, 23 Juni 2011

Tips cara blog bisa masuk google search engine, yahoo, dsb

Sumber pengunjung blog kita bisa dari direktori web, mesin pencari, tautan / link dari website lain dan kunjungan langsung ke alamat / url situs kita. Untuk bisa dicrawl dan diindex google, situs kita harus ditemukan oleh sistem bot google yang akan menelusuri blog kita dan menampilkan situs kita di hasil pencarian google.
berikut ini adalah beberapa cara agar situs web kita kenalan dengan bot punya google, yahoo, dan kawan-kawan :
1. submit url situs web atau blog kita di sistem milik google, yahoo, dll.
- www.google.com/addurl/
- www.google.com/webmasters/tools/ (khusus yang ahli saja / expert)
- www.submitexpress.com/submit.html (pihak ketiga)
- www.altavista.com/addurl/default
- search.yahoo.com/info/submit.html
2. submit alamat blog / situs ke web direktori terkenal
- www.dmoz.org
3. promosi baik-baik
- pasang signature email kita yang ada link blog atau website kita (hati-hati email kita diangap spam)
- pasang signature di komentar blog atau forum walaupun nofollow
- pasang iklan di iklan online gratisan
- masukkan blog kita di web direktori lokal dan internasional sebanyak-banyaknya
- daftar direktori blog seperti blog-indonesia.com
- pakai pakaian atau atribut yang ada tulisan alamat situs kita
- kalau kenalan sama orang lain di internet jangan lupa promosi blog kita.
- pasang link blog kita di profil friendster, facebook, hi5, myspace, dan lain-lain.
4. rajin menebar link blog aktif kita di internet
carilah forum atau blog yang memperbolehkan kita posting link aktif follow web kita di situsnya. seperti memberi komentar atau respon balasan thread di forum komunitas dengan melampirkan link di signature kita. cara ini lumayan ampuh untuk menarik pengunjung dan banyak bot search engine.
-----
Tambahan :
Yang perlu diingat dan diperhatikan adalah proses mulai dari crawl sampai index bisa memakan waktu sebentar maupun lama suka-suka sistem google. Bisa dalam hitungan jam, hari, minggu, bulan, tahun, dan seterusnya. Jadi harap sabar dan jangan mudah putus asa. Jangan bergantung pada meisn pencari saja, tetapi gunakan metode promosi lain.
Kalau buat blog jangan cuma copy paste dari website lain karena google bisa mendeteksi kejahatan hak cipta semacam itu. Buatlah tulisan blog sendiri biarpun jelek karena lama-lama kita bisa jadi ahli menulis.
Artikel atau tulisan blog yang bagus tidak selamanya bisa memancing orang / pengunjung untuk memberi komentar. Komentar bukanlah sesuatu yang patut dibanggakan. Konsentrasilah pada jumlah pengunjung ketimbang jumlah komentar blog.
Semoga membantu :D

CHEZINI Bakery & Cake Pondok Kelapa Cari yang Delicious, Healthy & Good...?Ya Chezini aja yukk!

Pernah mencoba nasi goreng yang dibungkus telor dadar? Pastinya cuma di hotel berbintang atau strata internasional saja bisa menjumpainya. Nasi Goreng gulung telor dadar. Nasi Gorengnya yang lumayan gurih dan tidak terlalu tajam seperti kebanyakan nasi goreng yang umumnya menggunakan vetsin (mecin alias MSG), maka nasi goreng di Chezini Bakery & Cake begitu lezat, apalagi dengan tambahan potongan sosis dan krupuk kampung serta irisan tomat segar. Lebih artistik lagi presentasi nasi goreng spesial ala Chezini cafe ini disirami dengan saus sambal dan mayonaise berselang-seling, dan semakin menambah kaya rasa.

Hmmm, kok nggak pantes ya sebuah Bakery & Cake cafe menjual menu "desperate choice" seperti nasi goreng spesial ini?

Tapi memang menu nasi goreng hampir ada di semua resto dan kafe yang ada di Jakarta. Justru kalau tak hadir nasi goreng di kafe tersebut, maka patut dipertanyakan kepiawaian sang koki atau chef-nya. Menu nasi goreng di setiap kafe dan resto emnjadi satu keharusan, karena saking banyaknya pilihan menu, kadang pelanggan ingin memilih yang mudah dipesan dan akrab tanpa banyak kekuatiran tak cocok di lidah.

Khusus untuk Nasi Goreng Spesial Rol (Gulung) Dadar di Chezini memang memiliki sensasi tersendir dan lumayan nendang di lidah. Sebelum menu makan berat ini disajikan, kelanakuliner mendapat appetizer berupa risoles Chezini yang berisi potongan daging asap dan sayuran. Hmmm jangan ditanya, setiap gigitan yang masuk ke dalam mulut dan ditambah saus sambal memancing selera "rakus" makan saya untuk segera masuk ke menu berat berikutnya.

Untuk minumnya, kelanakuliner mencoba Choco Milk Shake yang sangat terasa ice-creamnya. Wuihhhh.... pas banget deh segar dan lezatnya coklat buat ngebersihin tenggorokan yang dimanja oleh Nasi Goreng Spesial ala Chezini. Mantabbbs abis... ide brilliant bikin kombinasi menu sajian lezat dan sedap sekejap ini. Patut dapat dua jempol. Tapi, anyway.... berapa harganya tuh?

Kelana kuliner kayaknya perlu bertemu dengan sang pemilik. Sambil menunggu nggak ada salahnya motret sana-sini Chezini Bakery & Cake Cafe ini. Ambil bagian mukanya dan neon box serta beberap shot buat menu yang sudah tersaji dari tadi. Oooopsss tinggal kirim deh ke -email serta blogs gue.

Chezini juga menerima pesanan cake ulangtahun, wedding cake, catering dan paket box. Untuk delivery sendiri bisa menghubungi (021) 9346.1965 atau (021) 869.0*** atau 869.02***. Atau kita bisa berkunjung ke Jl. Pondok Kelapa Raya Blok E.9 No. 5B Pndok Kelapa, jakarta Timur (depan Pizza Hut) Chezini buka dari jam 09.00 sampai dengan 21.00 wib. Kapasitas kursi bisa mencapai 16  orang dan cafe resto ini berlantai dua (tahu bisa dipake nggak tuh lantai yang atasnya?)

Well kalau kita mau ngajak keluarga atau teman maupun pasangan kita ke tempat yang lumayan cozy dan nggak terlalu mahal buat kantong tapi luamayan berkelas dalam rasa serta suasana sebaiknya ke sini aja.... hehehehe Chezini aja yuuk??

Sidik Rizal http://kabupatenbekasihotnews.blogspot.com

Kamis, 20 Mei 2010

RASSEL Steak & Pasta - Import Steak @ Local Price

Kafe Resto Non Hotel Tapi Punya Room Service

Jakarta - Rawasari - www.kelanakuliner.blogspot.com
Berawal dari pertemuan beberapa kolega yang jadi pengunjung ke sebuah tempat makan di bilangan Jakarta Selatan, Q Smoke House, maka bermulalah sebuah kolaborasi usaha antara Rully Irawan, Idham Mestika dan Yoppi Gou dan tentunya dengan sang Chef di tempat itu, yakni Budi Priono atau yang lebih akrab dikenal dengan Mr. Banu. Maka mereka bersepakat untuk membuat sebuah resto seperti Q Smoke House. Maka jadilah resto cafe sederhana tapi tetap berkelas, dengan nama Rassel, the Steak and Pasta Resto Cafe.

Nama Rassel sendiri diambil dari nama lokasi resto kafe ini dibuka, yakni Rawasari Selatan. Sang investor, Yoppi Gou, yang juga distributor kosmetik kecantikan L'Oreal sengaja memilih tempat ini dikarenakan pertimbangan ruko yang ada memilik tempat kos hingga 150 kamar. Apalagi kos-kosan ini memang dikhususkan buat para pekerja dan eksekutif muda. Bisa dilihat dari harga sewa kos-kosan hingga mencapai Rp 1,5 juta/bulan. Secara tidak langsung, Resto Cafe Rassel Steak and Pasta sudah memiliki pasar potensial dan captive market. Lumayan cerdik, tinggal bagaimana menyesuaikan layanan dan produk buat para passer by di depan jalan Rawasari Selatan saja. Komunitas seperti mahasiswa kampus Trisakti dan siswa sekolah favorit seperti SMA 31 pun sepertinya cocok dengan resto cafe ini.

Kepiawaian sang koki menjadi kiat tersendiri Rassel Steak & Pasta untuk memenuhi permintaan pasar. Maka dari tangan dingin sang chef yang pernah mengikuti program kompetisi para koki kelas kakap di televisi swasta, Alley Cuisine, Mr Banu menyajikan menu steak yang mempunyai cita rasa sekelas menu hotel internasional namun dengan harga lokal. Keistimewaan steaknya yang disajikan (secara gitu) sangat matang (well done, tapi kalo gue pribadi... lebih suka yang medium atau rare sekalian...! Lebih juicy bro!) plus potongan besar kentang lokal (potatoes wedges) yang menggantikan frenchfries yang jauh lebih tipis dan kecil. "Sengaja kami menggunakan kentang lokal demi mengurangi cost buat 'teman-teman' steak-nya. Sementara steaknya tetap menggunakan daging import," ungkap Idham Mestika, sang manajer keuangan yang akrab disapa Kang Dadang ini.

Selagi wawancara dengan sang manajer keuangan Rassel Steak & Pasta resto cafe ini, kelanakuliner mencoba beberapa menu unggulannya. Mulai dari pembuka berupa fried mushroom alias jamur goreng. Hmmm, unik rasanya buat yang belum terbiasa dengan makanan jamur yang hambar rasanya dibungkus kulit tepung yang renyah dan gurih. Seperti halnya gorengan ayam, appetizer yang terbuat dari jamur payung ini sudah mengundang air liur saya untuk segera memulai santapan berat di Rassel Steak & Pasta.

Santapan berat yang disarankan oleh Kang Dadang adalah Sirloin Steaknya yang hmmmm, luar biasa gurih dan nampar banget sausnya. Biar lebih nampar, kelanakuliner menambahkan saus sambal dari jejeran condiment di atas meja. "Biasanya condiment yang kami sediakan untuk selera lidah orang kita, mas Rizal!" ujar kang Dadang tentang adanya garam, cuka, sambel, kecap dan saus sambal sebagai condiment resto. Di samping itu ada pula aneka steak lainnya seperti tenderloin steak, chicken steak dan cordon bleu (kayaknya perlu ada Tuna Steak?? Atau cuma beef steak aja yang ada?)

Sedangkan untuk spaghetti maupun fettucini para pelanggan bisa memilih beragam pasta mulai dari Bolognese (daging sapi cincang), Carbonara (daging sapi goreng), Agliaolio (chicken spicy) dan Marinara (seafood).

Termasuk aneka dessert yang sempat kelanakuliner coba, Banana Split, pencuci mulut manis, segar dan dingin ini lumayan favorit, dengan pisang Ambon dibelah diberi 3 scoop ice-cream strawberry, coklat dan vanilla. Hmmm bukan hanya yummy tapi juga mantabssss! Pas banget setelah menikmati Sirloin Steaknya yang lumayan juicy dan lezat itu.

Untuk minumannya, sepertinya beragam smoothies seperti Chocolate Milk Shake dan Coffee (Cappucino) baik yang panas maupun dingin (pokoknya serasa loe pada punya Barrista sendiri) bisa dipesan di warung yang berlokasi salah satu ruko di ruas jalan Rawasari Selatan dekat pertigaan lampu merah. Kelanakuliner mencoba Lemon Squash dan Orange Juice yang segar sebagai penetralisir rasa gurih appetizer dan main course yang sudah dirasa sebelumnya. Sebagai penutup, Beef Burger berukuran lumayan besar sebagai hadiah kado ulang tahun anak tercinta di rumah untuk pesanan take away. Sempurna...! (Untungnya ini sebagai compliment dari Kang Dadang buat anak saya Lulu Ammantsura, hmmm thanks berat bos!)

Rassel cafe resto yang berinterior nuansa merah dan bergaya modern simple ini memiliki tempat yang asyik buat dine in sekaligus take away bila tak sempat makan di kursi sofa berjajar letter U ini. "Nah yang bikin unik resto cafe ini adalah room service-nya," ungkap Idham. Ya sedikitnya ada 150 kamar kos-kosan yang selalu menelpon untuk dikirimkan ke kamar mereka mulai dari pagi hari hingga malam hari. Wow... what a business...!?

Kelanakuliner juga memperhatikan bahwa harga yang dipatok Rassel resto and cafe realtif terjangkau dan gak lebih mahal dari warung makan atau resto cafe steak maupun pasta di lain tempat. Harga mulai dari Rp 5.000,- hingga yang termahal nggak nyampe Rp 38.000,-

Dan bila para pelanggan bingung dengan banyaknya menu pilihan, maka menu favorit pilihan Nasi Goreng ala Rassel biasanya yang paling laku. "Yah biasanya desperate choice menu kami Nasi Goreng Special kami," papar Kang Idham alias Dadang. Meskipun Idham dipanggil Kang Dadang, lelaki kelahiran 7 Nov 1976 ini asli berdarah Makassar.

Bahkan lelaki jebolan fakultas Hukum Universitas Indonesia ini, kini berkeinginan terjun seratus persen ke dunia bisnis hospitality khususnya F&B. Kang Dadang yang telah beranak 1 putri ini menjelaskan itulah sebabnya dia menikmati bisnis kuliner ini meski lebih sering berada di belakang meja hitung atau bagian purchasing dan hitung-hitung keuangan di departemen F&B. "Saya memang pernah bekerja sebagai bagian Cost Controller (Pengawas Biaya) administrasi keuangan di tempat sebelumnya mulai dari Dunkin Donat, Red Square dan Golden Boutique Melawai," kenang Idham yang bertemu dengan Rully di Tabac.

Pada awalnya Rassel Steak and Pasta berkonsep sajian masakan tumis-tumisan dan panggangan, dengan merk Rassel Sauteed & Grilled. Tapi karena kuatir nama tumis-tumisan bahasa asing ini bisa jadi kurang akrab di telinga orang kita, maka diganti dengan Steak & Pasta, yang jauh lebih dikenal. Itu pun setelah rembugan dengan sang Executive Chef di Q Smoke House resto & cafe, Mr. Banu dan dia tidak sendirian. Yang jelas di Rassel Steak & Pasta dibangun oleh 3 orang pengelola, mulai dari Rully Irawan, Bartender di Shangrila Hotel, Idham Mestika selaku cost controller dan Yoppi Gou sebagai investor. Mereka mempunyai seorang Head Cook, Mevi dan Cook 2 orang yakni Agung dan Heri. Rassel Steak & Pasta yang berdiri sejak 25 Februari 2010 ini memiliki total semua ada 6 orang kru dan restonya berkapasitas kursi sedikitnya 30 seat. Buka setiap hari dari jam 11.00 pagi hingga 11.00 malam. Khusus untuk delivery (pesan antar) hanya dalam radius antaran terbatas yakni 5 km saja.

BIla Anda tertarik ingin menikmati lezatnya steak ataupun kenikmatan pasta ala Itali, cobalah datang ke Rassel Steak & Pasta. The Import Steak at Local Price. Atau bisa juga menghubungi nomor telepon (021) 9346.1965

tugas basdat terbaru ;)

Tampilan PDM
 
 Tampilan CDM

Rabu, 22 Juni 2011

Saatnya Sekolah Menggunakan Open Source Software


Bangsa Indonesia adalah salah satu dari banyak bangsa besar di dunia. Peranannya dalam kancah perhelatan dunia telah terdengar sejak awal zaman kemerdekaan Indonesia hingga saat ini. Bidang yang digelutinya pun seabrek, mulai dari peran aktifnya dalam politik dunia, hingga penguasaan teknologi informasi yang tidak kalah hebatnya dengan negara berbasis teknologi seperti Jepang.

Berbicara tentang teknologi informasi, bidang ini cukup banyak diminati oleh orang Indonesia, khususnya bagi remaja menengah ke atas. Banyaknya produk-produk perangkat lunak bajakan hingga buku-buku yang bisa digolongkan murah dan bisa difotocopy dengan mudahnya, menjadi surga tersendiri bagi orang-orang yang senang berhadapan dengan yang namanya komputer. Selain itu, banyaknya sekolah-sekolah dari tingkatan SD hingga SMA yang mulai mempunyai Laboratorium Komputer, membawa angin segar tersendiri bagi masyarakat Indonesia yang gemar berkecimpung dengan komputer.

Namun sejak ditandanganinya MoU antara Pemerintah Indonesia dan Pihak Microsoft yang disertai pencanangan IGOS (Indonesia Go Open Source) oleh 5 Menteri pada tahun 2004 yang lalu, membuat para penikmat software bajakan agak sedikit terganggu. Pasalnya, sejak saat itu pemerintah mulai menggalakan kampanye anti pembajakan. Lebih dari itu, pemerintah juga sedang giat-giatnya melakukan razia komputer ke warnet-warnet dan rumah-rumah untuk memastikan tidak ada lagi software bajakan, khususnya software yang diproduksi oleh Microsoft, yang digunakan.

Sejak saat itulah kampanye Open Source Software (OSS) terus digalakan, baik oleh organisasi pemerintahan maupun oleh organisasi non pemerintahan. Tidak hanya itu saja, peminat OSS pun semakin hari semakin bertambah dan tengah menjadi tren saat ini.

Lalu bagaimana dengan instansi pendidikan yang telah mempunyai pelajaran komputer di instansinya? Untuk kalangan perguruan tinggi, hal ini sudah tidak menjadi hambatan dengan adanya Campus License Agreement dengan Microsoft. Lebih dari itu, ada beberapa fakultas dan atau jurusan di perguruan tinggi yang telah mempergunakan OSS untuk komputernya sehingga tidak ada masalah dengan lisensi. Biasanya fakultas dan jurusan tersebut berorientasi ke dunia ilmu komputer atau ilmu sains. Lalu bagaimana dengan instansi pendidikan SD hingga SMA yang notabenenya masih menggunakan software (perangkat lunak) bajakan?



Sebab dan Akibat Penggunaan Perangkat Lunak Tidak Berlisensi di Masyarakat Sekolah

Penggunaan Perangkat Lunak Bajakan, disebut juga dengan Perangkat Lunak Tidak Berlisensi, di instansi pendidikan biasanya dikarenakan pihak sekolah tidak mengetahui dan atau tidak peduli terhadap perangkat lunak yang dipakai. Keberadaan perangkat lunak-perangkat lunak bajakan yang dapat ditemui di trotoar di pinggir jalan raya pada siang hari pun memberi anggapan kepada mereka bahwa perangkat lunak-perangkat lunak yang mereka beli tanpa lisensi adalah bukan perbuatan melanggar hukum.

Yang menjadi permasalahan adalah para siswa didik yang mengikuti pelajaran komputer. Tentunya mereka harus menggunakan perangkat lunak yang sama seperti yang diajarkan di sekolah. Hal ini bisa menimbulkan semakin banyak orang yang menggunakan perangkat lunak tidak berlisensi. Akhirnya siswa-siswa terbiasa menggunakan perangkat lunak tidak berlisensi karena sekolah tempat dia belajar pun mengajarkan hal yang serupa, yaitu menggunakan perangkat lunak tidak berlisensi.

Kebiasaan ini tentunya menimbulkan masalah terhadap perilaku siswa dalam hal penggunaan perangkat lunak yang mereka pakai. Setelah dewasa, ketika perangkat lunak yang ada telah harus dibeli dengan lisensi, mereka tidak akan begitu saja akan membelinya. Karena telah terbiasa menggunakan perangkat lunak tidak berlisensi, akhirnya yang ada di benak mereka bagaimana cara mendapatkan perangkat lunak berlisensi tanpa harus mengeluarkan uang banyak. Mungkin dengan cara menyalin dari teman, atau mencari penjual yang menjual perangkat lunak tidak berlisensi, meskipun harus kejar-kejaran dengan polisi. Selain itu, sikap menghargai hasil pekerjaan orang lain pun boleh jadi sangat rendah dan ini bisa berimbas dengan menganggap remeh orang lain di masyarakat.



Sistem Operasi Proprietary di Dunia Pendidikan, Baik kah?

Sistem Operasi Proprietary dalam istilah ilmu komputer adalah sistem operasi yang bersifat Closed Source dengan EULA (End User License Agreement) sebagai perjanjian dalam pemakaian perangkat lunak. Biasanya sistem operasi ini memiliki lisensi yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah.

Penggunaan perangkat lunak tergantung kepada sistem operasinya. Hampir sebagian besar perangkat lunak dengan sistem operasi proprietary adalah berlisensi, termasuk perangkat lunak yang masuk ke dalam kurikulum pendidikan komputer di sekolah-sekolah di Indonesia.

Ada beberapa dampak yang bisa disimpulkan dari penggunaan sistem operasi proprietary dan perangkat lunaknya, terhadap kelangsungan pendidikan di Indonesia, khususnya pendidikan teknologi informasi.

1. Pengguna perangkat lunak berlisensi diharuskan membayar beberapa jumlah uang untuk membayar lisensi produk kepada pengembang perangkat lunak. Biasanya satu perangkat lunak harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Bahkan ada beberapa perangkat lunak yang harganya mencapai puluhan juta rupiah, bahkan ratusan juta rupiah. Jumlah tersebut pun bukan untuk banyak komputer, tapi untuk satu komputer yang terpasang perangkat lunak tersebut. Alangkah sayangnya apabila dunia pendidikan Indonesia membayar uang sebanyak itu hanya untuk membayar lisensi perangkat lunak yang digunakan di komputer sekolah. Hal ini bisa menyebabkan naiknya anggaran pendidikan, baik untuk sekolah maupun untuk siswa. Kenaikan anggaran ini semakin memperkuat kesan bahwa dunia pendidikan mahal.

2. Sebagian besar produk perangkat lunak EULA menawarkan penggunaan yang user friendly. Hal ini bisa membawa dampak pada siswa yang akan terbiasa dengan hal-hal yang mudah sehingga akan merasa enggan mempelajari perangkat teknologi informasi apabila menemui kesulitan dalam penggunaannya. Hal ini secara tidak langsung bisa berdampak turunnya kualitas sumber daya manusia Indonesia di bidang teknologi informasi di masa depan.

3. Kemudahan dalam menggunakan perangkat lunak EULA ini tidak hanya dapat dirasakan oleh siswa, tapi juga oleh guru pengajar. Dengan perangkat lunak yang penggunaannya lebih mudah, lebih mudah juga bagi guru untuk mengajar, sehingga tidak menutup kemungkinan guru pun akan terlena dengan kemudahan ini dan agak enggan untuk mengeksplorasi lebih jauh tentang komputer yang bisa berdampak tidak bertambahnya pengetahuan siswa.

4. Biasanya komputer yang menggunakan sistem operasi closed source, seperti Windowsnya Microsoft, rentan terkena virus komputer dan relatif kurang stabil. Hal ini berdampak pada besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk perawatan dan pemeliharaan komputer. Pemasangan aplikasi lunak anti virus yang berfungsi menghalau dan menghilangkan virus pun tampaknya bukan jalan keluar yang baik karena kehandalan dan kestabilan komputer menjadi terganggu. Biasanya komputer akan berjalan lebih lambat sehingga bukan tidak mungkin dapat menyebabkan terganggunya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).



Linux, Pilihan OSS yang Tepat untuk Dunia Pendidikan Saat Ini

Salah satu cara yang dianggap paling relevan untuk mengatasi masalah di atas adalah dengan menggunakan OSS untuk Kegiatan Belajar Mengajar mata pelajaran komputer di instansi pendidikan SD hingga SMA. Sekarang ini telah tersedia banyak OSS. OSS yang paling banyak dipergunakan dan dikembangkan sampai saat ini adalah Linux.

Penggunaan Linux untuk instansi pendidikan, dalam hal ini dalam Kegiatan Belajar Mengajar mata pelajaran komputer, tampaknya bisa jadi pilihan yang cukup tepat. Pekik Nurwantoro dalam artikelnya yang berjudul Kontribusi Saintifik dari Sistem Open Source dalam Komunitas Akademik yang diterbitkan dalam buku Open Source Linux menuliskan 3 alasan bahwa Linux memang tepat untuk menggantikan Sistem Operasi Komersial seperti Microsoft Windows.

Alasan pertama adalah Linux merupakan sistem operasi yang mampu mengatur lalu lintas informasi antara pengguna dan komputer sehingga dapat mengerjakan apapun dengan komputer. Alasan kedua adalah Linux merupakan salah satu sistem operasi yang siap dipergunakan pada berbagai prosesor, mulai dari kelas PC berbasis Intel, Apple, PowerPC, Amioga, dan Atari hingga kelas workstation berbasis DEC ALPHA/AXP, RiscPC, dan Sparc. Alasan yang ketiga adalah kecenderungan beberapa pihak yang mengizinkan pemakaian aplikasi yang dikembangkan secara bebas asalkan dipergunakan dalam Linux.

Selain ketiga alasan di atas, setidaknya ada dua alasan tambahan mengapa Linux tepat untuk diterapkan dalam mata pelajaran komputer di sekolah-sekolah, dan tepat untuk sekolah-sekolah mulai bermigrasi ke Linux saat ini.

Alasan pertama adalah Sistem operasi Linux tidak hanya dikembangkan dan ditujukan untuk kepentingan bisnis semata. Belakangan ini ada beberapa varian Linux yang sedang mengembangkan Linux yang sengaja dikembangkan dan ditujukan untuk dunia pendidikan. Salah satunya adalah Linux Ubuntu yang telah mengeluarkan dan terus mengembangkan salah satu varian Linux yang disebut Edubuntu. Hal ini patut dijadikan pertimbangan bagi sekolah-sekolah di Indonesia untuk memulai migrasinya ke OSS.

Alasan kedua adalah telah tersedianya perangkat lunak substitusi dengan kemampuan yang sama dengan perangkat lunak berlisensi, dalam hal ini perangkat lunak yang dijadikan bahan pelajaran dalam sistem operasi Microsoft Windows. Misalnya saja untuk pelajaran Bahasa Pascal, bisa digantikan dengan GNU Pascal GPC di Linux yang setara dengan Turbo Pascal 7.0 di Windows. Untuk membuat dokumen pun Linux telah menyediakan Open Office yang tidak kalah kemampuannya dengan Microsoft Office di Windows.



Keuntungan Sekolah dengan Memakai Linux dalam Mata Pelajaran Komputer

Dari uraian di atas, ada beberapa keuntungan yang dapat disimpulkan dari menggunakan Linux dalam mata pelajaran komputer di instansi pendidikan SD hingga SMA, yaitu:

•Linux bersifat free sehingga diharapkan mampu menekan biaya yang tinggi dari pengadaan perangkat komputer, khususnya perangkat lunak.

•Kestabilan dan kehandalannya serta relatif bebas virus komputer, boleh jadi kekuatan dan keunggulannya selama ini. Dengan kekuatan dan keunggulannya ini diharapkan mampu menekan biaya perawatan dan pemeliharaan perangkat di komputer, khusunya perangkat lunak, serta mampu memperlancar KBM.

•Program yang dimiliki oleh Linux lebih cocok untuk dunia pendidikan. Apalagi dengan adanya beberapa Linux yang didedikasikan untuk dunia pendidikan, seperti Ubuntu dengan Edubuntunya, hal ini menambah kekuatan Linux sebagai perangkat lunak yang cocok diterapkan di dunia pendidikan.

•Meskipun penggunaan Linux agak sulit dibandingkan sistem operasi komersial seperti Microsoft Windows, namun hal ini diharapkan mampu membentuk mental pelajar Indonesia agar mau selalu mencoba dan mencoba. Lebih dari itu, siswa diharapkan bermental selalu mencari, menemukan hal baru, dan mengembangkannya. Hal ini tentu sejalan dengan misi dunia pendidikan Indonesia yang ingin membentuk manusia Indonesia yang kreatif dan inovatif.

•Dengan mental mencari, menemukan hal baru, dan mengembangkannya, kemampuan siswa di bidang komputer, khususnya siswa SMP dan SMA, bisa meningkat. Bahkan tidak menutup kemungkinan setara dengan lulusan perguruan tinggi untuk hal penguasaan bahasa pemrograman tertentu. Hal ini secara tidak langsung berdampak kepada meningkatnya kualitas sumber daya manusia Indonesia di bidang teknologi informasi.

Sudah seharusnya dunia pendidikan dasar Indonesia mulai melirik OSS sebagai perangkat dalam bahan pembelajaran komputer, khususnya teknologi informasi. Tugas ini bukanlah tugas yang harus dipikul oleh pihak dari instansi pendidikan semata. Insan-instan TI tanah air pun sudah seharusnya mulai ikut aktif membantu menggalakan penggunaan OSS di lingkungan pendidikan di Indonesia. Dengan strategi yang tepat dan kerjasama yang baik, semoga dunia pendidikan Indonesia, khususnya pendidikan di bidang teknologi informasi, menjadi lebih baik dari sebelumnya.

informasi slackware;

EN%7E1.ACE%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData">

Nama "Slackware" berasal dari fakta bahwa distribusi ini dimulai sebagai sebuah proyek pihak swasta tanpa komitmen apa-apa. Untuk mencegah proyek ini menjadi terlalu serius pada awalnya, Volkerding memberi nama yang lucu itu, yang kemudian tetap bertahan bahkan setelah Slackware menjadi proyek serius. Kata "Slack" (kendor) di Slackware merujuk pada istilah "Slack" seperti yang digunakan oleh Gereja para SubGenius.
Slackware pada awalnya merupakan turunan dari Softlanding Linux System, yang paling populer dari distribusi Linux asli. SLS mendominasi pasar sampai para pengembang membuat keputusan untuk mengganti format executable-nya dari a.out ke ELF. Ini bukan keputusan yang populer di kalangan basis pengguna SLS pada saat itu. Patrick Volkerding meluncurkan versi modifikasi dari SLS, yang dia beri nama Slackware. [4] Rilis pertama Slackware, 1.00, diluncurkan pada tanggal 16 Juli 1993. Berupa sebuah citra 3½" floppy disk yang tersedia melalui FTP.
Pada tahun 1999, Slackware berkali-kali dirilis, mulai dari rilis nomor 4 sampai 7. Hal ini dijelaskan oleh Patrick Volkerding sebagai upaya pemasaran untuk menunjukkan bahwa Slackware adalah sebuah distro Linux yang up-to-date sebagaimana distro-distro lainnya, yang kala itu banyak yang telah melepas nomor 6 (seperti Red Hat yang merilis setiap revisi dari distribusinya dengan kenaikan dari 4.1 ke 5.0 bukan 3.1 ke 3.2 sebagaimana Slackware). Slackware memang memiliki beberapa rilis Beta dalam rentang 6.x, tetapi hal ini tidak dihitung sebagai rilis resmi.
Pada tahun 2005, lingkungan desktop GNOME telah dihapus dari rilis yang akan diluncurkan, dan diserahkan kepada dukungan komunitasnya. Penyingkiran GNOME dianggap oleh sebagian komunitas Linux sebagai tindakan yang menggemparkan karena lingkungan desktop tersebut banyak digunakan di distro-distro Linux. Sebagai balasan, beberapa proyek berbasis komunitas mulai menawarkan distribusi GNOME lengkap untuk Slackware.
Filosofi Desain
Banyak pilihan desain di Slackware dapat dilihat sebagai contoh dari prinsip KISS. Dalam konteks ini, "sederhana" merujuk ke sudut pandang desain sistem, dan bukannya kemudahan penggunaan. Kebanyakan perangkat lunak dalam Slackware menggunakan mekanisme konfigurasi yang disediakan oleh penulis asli masing-masing perangkat lunaknya; hanya sedikit mekanisme umum di distribusi ini. Akibatnya, hanya terdapat beberapa perangkat GUI untuk mengkonfigurasi sistem. Ini menyebabkannya kurang ramah pengguna. Kritikus menganggap instalasi distribusi ini memakan waktu dan sulit dipelajari, sedangkan pendukungnya menganggapnya fleksibel dan transparan serta menyukai pengalaman yang diperoleh dari proses pembelajaran.



Manajemen Paket
Maskot Slackware
Sistem manajemen paket Slackware dapat menginstal, upgrade, dan menghapus paket dari sumber lokal, tetapi tidak akan mencoba untuk melacak atau mengelola dependensi, pengguna harus memastikan sendiri bahwa sistem telah memiliki semua perpustakaan sistem dan program-program yang dibutuhkan oleh paket baru (yang akan diinstal). Jika ada yang kurang, mungkin tidak ada indikasi sampai pengguna berupaya untuk menggunakan perangkat lunak yang baru diinstal.
Paket-paket Slackware adalah tarballs yang diringkas secara gzip dan memakai nama file yang berakhir dengan .tgz dan .txz. Paket berisi file yang berupa bagian dari perangkat lunak yang diinstal, serta file-file tambahan yang berguna untuk sistem manajer paket Slackware. File yang berupa bagian dari perangkat lunak yang diinstal tersebut akan diatur, sehingga bila diekstrak ke dalam direktori root, file-file tersebut akan ditempatkan di lokasi instalasinya. File-file lain adalah file yang ditempatkan di direktori install/ dalam paket.
Dua file yang umumnya ditemukan di direktori install/, adalah file-file slack-desc dan doinst.sh. File-file ini tidak ditempatkan langsung ke file system dengan cara yang sama seperti yang file lain dalam paket. File slack-desc adalah file teks sederhana yang berisi keterangan mengenai paket yang diinstal. Ini digunakan ketika melihat paket menggunakan manajer paket. File doinst.sh merupakan shell script yang biasanya ditujukan untuk menjalankan perintah atau membuat perubahan yang tidak dapat dilakukan dengan mengubah isi paket. Script ini dijalankan pada akhir instalasi sebuah paket.
Resolusi Dependensi
Sementara Slackware itu sendiri tidak mempunyai alat untuk secara otomatis menata dependensi bagi pengguna dengan secara otomatis dengan mengunduh dan menginstalnya, beberapa perangkat lunak pihak ketiga ada yang dapat memberikan fungsi ini, mirip dengan cara APT di Debian.
Slackware 9.1 memasukkan Swaret dan slackpkg sebagai tambahan paket di CD kedua, tetapi tidak menginstal salah satunya dengan standar. Swaret telah dihapus dari distribusi Slackware sejak dari versi 10.0 tetapi masih tersedia sebagai paket dari pihak ketiga.
slapt-get tidak menyediakan resolusi dependensi untuk paket-paket yang disertakan dalam distribusi Slackware. Namun ia menyediakan kerangka kerja untuk resolusi dependensi pada paket-paket yang kompatibel dengan Slackware, serupa dengan metode APT. Beberapa sumber paket dan distro-distro berbasis Slackware memanfaatkan fungsi ini.
Alternatif lain adalah pkgsrc dari NetBSD yang menyediakan dukungan untuk Slackware. pkgsrc menyediakan resolusi dependensi baik untuk paket sumber maupun biner.
Semenjak versi 13.0, slackpkg sudah disertakan pada direktori ap/ untuk memudahkan penggunanya mengelola paket-paket Slackware. Paket ini sudah disertakan sejak versi 12.1, tetapi masih berada di direktori extra/.
Rilis
Rilis Slackware x86 stabil terbaru adalah 13.0 (sejak 27 Agustus 2009), yang berisi dukungan untuk ALSA, GCC 4.3.3, Linux 2.6.29.6, KDE 4.2.4 and Xfce 4.6.1.
Ada juga rilis Slackware yang masih dalam pengujian/pembangunan yang disebut '-current' (kini) yang dapat digunakan untuk konfigurasi terbaru.
Arsitektur Perangkat Keras
Slackware terutama dikembangkan untuk perangkat keras PC berarsitektur x86. Namun pernah ada versi resmi untuk arsitektur DEC Alpha dan SPARC. Sejak 2005, ada sebuah port resmi ke arsitektur System/390. Ada juga versi yang tidak resmi untuk arsitektur ARM [1], Alpha, SPARC, PowerPC [3] dan x86-64 (Slamd64 dan Bluewhite64).
Slackware 13.0 dirilis dalam dua versi, yaitu versi PC berarsitektur x86 (32 bit) dan PC berarsitektur x86 64 (64 bit).
Pihak Ketiga
Dropline GNOME, GSB: GNOME SlackBuild, GWARE and Gnome-Slacky adalah proyek-proyek yang ditujukan untuk menawarkan paket Slackware untuk GNOME. Proyek-proyek ini muncul karena Slackware tidak resmi menyertakan GNOME, tetapi banyak pengguna menginginkan GNOME terinstal tanpa harus melalui proses panjang dengan mengkompilasinya dari kode sumber.
Proyek lain untuk membangun GNOME adalah SlackBot, sistem skrip pembuatan otomatis. Di samping paket repositori tidak resmi terdaftar di atas, ada proyek yang relatif baru yang disebut SlackBuilds.org yang bertujuan untuk menyediakan skrip pembuatan untuk mengkompilasi perangkat lunak tambahan dan membuat paket Slackware.

Total Tayangan Halaman

Basis Data

Basis Data
Terimakasih